Soft Launching Rumah Sakit Universitas Andalas


Padang (RS. Unand) Sebagai amanat UU Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran dan UU Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan peraturan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki Fakultas Kedokteran di harapkan untuk memiliki Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN). Pada Rabu (29/3) Rumah Sakit Universitas Andalas yang berada di bawah naungan Universitas Andalas melaksanakan Soft Launching yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kemenristek Dikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., Gubernur Sumatera Barat serta serta mitra kerja Universitas Andalas.

Direktur Jenderal Kemenristek Dikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D didampingi Rektor Unand juga melakukan tour the hospital serta melakukan interaksi langsung dengan pasien yang telah melakukan operasi bibir sumbing dan katarak.

Rektor Unand, Prof. Dr. Tafdil Husni SE, MBA mengatakan Rumah Sakit Universitas Andalas merupakan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang berada dibawah Kemenristekdikti dan pengelolaannya berada di bawah Universitas Andalas. Rumah sakit yang berlokasi di komplek kampus Unand Limau Manis, kecamatan Pauh, kota Padang, Sumatera Barat yang berdiri diatas tanah seluas 3.5 Ha dengan luas tapak 2.1 Ha serta terdiri atas 4 lantai.

Terkait dengan itu Dirut Rs Unand dr. Fachzi Fitri, Sp THT-KL, Mars mengatakan Pendirian rumah sakit ini mengadopsi konsep rumah sakit universitas yang ada di Amerika dan Eropa dengan tujuan untuk menciptakan layanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan mutu lulusan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan meningkatkan pengembangan riset klinis yang akan mempercepat kemandirian bangsa akan produk kesehatan yang berkualitas, baik diagnostik maupun terapi.

Disamping itu RS. Unand juga memberikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Rawat jalan dengan fasilitas poliklinik lengkap untuk semua disiplin ilmu kedokteran, seperti penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan/penyakit kandungan, THT, Mata, syaraf, Kulit & Kelamin, Gigi & Mulut, Jantung, Paru serta ditambah poli khusus seperti klinik nyeri, berhenti merokok dan VCT.

“Layanan ini juga ditunjang dengan layanan UGD 24 jam dan Pelayanan obstetric serta neonatal emergensi komprehensif (PONEK) 24 jam, radioterapi, kemoterapi, hemodialisa dan Fisioterapi. Poliklinik yang dilengkapi dengan fasilitas canggih, seperti Echocardiografi, treadmill dan EKG pada poli jantung, USG 4 dimensi dan kolposkopi pada Kebidanan, EEG dan EMG pada poli syaraf, Spirometri pada Paru dan Audiometri pada THT. Layanan rawat inap didukung oleh 200 tempat tidur yang terbagi atas rawat inap kelas I, II, III dan VIP, serta rawat intensif (HCU, ICU/CVCU, PICU dan NICU),”tambahnya.

Selain itu RS. Unand mempunyai 6 ruang operasi modern terdiri dari ruang tindakan jantung yang dilengkapi dengan fasilitas Cathlab, ruang operasi mata serta dengan mesin Phaco, ruang operasi tulang, dan operasi lainnya. Fasilitas laboratorium terdiri dari Patologi klinik, Patologi Anatomi, Molekular, Sitogenetik dan Parasitologi. “Berbagai peralatan laboratorium canggih juga dimiliki oleh rumah sakit,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk ketenagaan, RS. Unand didukung oleh 275 tenaga medis, keperawatan, medik lainnya dan non medik yang akan meningkat secara bertahap sesuai perkembangan pasien. Diperkirakan saat operasional penuh tenaga rumah sakit mencapai angka ideal sekitar 450 orang. Tenaga ini masih ditambah dengan dokter spesialis dan konsultan yang berasal dari Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP DR. M. Djamil Padang (Diikat melalui MoU kerjasama sebagai RS Jejaring) serta tenaga lain dari fakultas di lingkungan Unand, seperti Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Psikologi, Ekonomi, Teknik dan lain sebagainya.

Terkait dengan keunggulan rumah sakit dapat ia sampaikan bahwa rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas modern dan super canggih dengan keunggulan dalam penanganan kasus keganasan dan penyakit yang berhubungan dengan kelainan saluran pencernaan.

“Dua modalitas terapi untuk tumor ganas mendukung unggulan keganasan, yaitu fasilitas radioterapi dan kemoterapi. Radioterapi akan memusnahkan sel-sel kanker dengan penyinaran sedangkan kemoterapi menggunakan obat-obat anti kanker,”sambungnya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Kedokteran Dr, dr, Wirsma Arif Harahap, SpB menyatakan RS. Unand menjalankan fungsi pendidikan sebagai lahan praktek bagi mahasiswa kelompok kesehatan di lingkungan Universitas Andalas, seperti Kedokteran, Keperawatan, Apoteker, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Psikologi. “Berkaitan dengan pelatihan, rumah sakit telah merancang berbagai pelatihan yang bersifat internal dan eksternal. Pelatihan eksternal melibatkan peserta dari luar,”sambungnya.

Ia menambahkan pelatihan yang dirancang antara lain, BCLS, ATLS, BCTLS, PPGD untuk medik dan awam, Biosafety & Biosecurity, Pengendalian infeksi rumah sakit, molekular klinik, Good Clinical Practice, Good laboratory Practice dan banyak lagi yang lainnya. Semua pelatihan dilaksanakan terjadwal dan berkesinambungan setiap tahunnya.

Disamping itu juga dilaksanakan seminar ilmiah untuk kalangan kesehatan dan seminar awam untuk masyarakat umum.

“Ciri khas utama dalam RSPTN adalah penelitian, maka sesuai dengan fungsi tersebut RS. Unand akan mengembangkan berbagai riset translasional pada berbagai bidang kajian, termasuk pengembangan obat-obatan herbal. Konsep ini diharapkan akan mendukung percepatan kemandirian bangsa terhadap bahan dan peralatan kesehatan. Saat ini, fasilitas laboratorium yang ada diharapkan dapat mendukung pengembangan riset translasional tersebut,”ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Ditjen) Sumber Daya dan Iptek Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Dikti (Kemenristekdikti) Prof. dr. Ali Ghufron Mukti mengatakan tujuan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan tinggi.

"Sesuai prinsipnya sebagai pelayanan dan pendidikan tinggi, RSP bertujuan dalam penciptaan sumber daya unggulan bidang kesehatan,”ujarnya.

Tujuan dibangun RSP kata dia, untuk memenuhi kebutuhan kalangan kesehatan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau pelayanan.

Artinya bila di rumah sakit biasa hanya mengutamakan pelayanan, di RSP harus dihasilkan berbagai produk kesehatan yang unggulan.

Produk kesehatan ini mengacu pada sumber daya manusia unggul seperti dokter, perawat, apoteker atau bidan berkualitas.

Selain itu dengan penambahan alat berkualitas serta ditunjang laboratorium representatif diharapkan menjadi lahan penelitian berbagai jenis persoalan kesehatan.

"Integrasi ini telah diwujudkan oleh dua Kementerian Kesehatan dan Ristek Dikti dalam bentuk kerja sama, RSP menjadi salah satu peranannya," ujar dia.

Dia mencontohkan RSP di Unand bisa menunjang rumah sakit lainnya seperti M Jamil khususnya dalam inovasi dan penciptaan teknologi baru.

Bukan hanya itu dari lima fakultas yakni Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Gigi dapat tercipta lulusan dan profesional handal yang bisa menjadi ujung tombak kemajuan bidang kesehatan di Sumbar.