Icon

Kabut Asap di Sekitar Kita : Tetap Sehat Saat Bekerja 

Saat ini kualitas udara sudah berada pada kategori berbahaya. Kabut asap mengandung partikel halus dan berbagai polutan yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Paparan asap dapat menyebabkan mata perih, batuk, tenggorokan terasa kering atau gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi bagi yang memiliki penyakit pernapasan, diabetes, hipertensi, jantung atau bagi yang memiliki komorbid.

Bagi pekerja kantor, paparan udara ini dapat terjadi saat perjalanan menuju dan dari tempat kerja maupun ketika beraktivitas di luar. Sobat Sehat, agar tetap aman dan nyaman bekerja selama kondisi kabut asap, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Kurangi paparan saat perjalanan ke kantor dengan menggunakan masker

Gunakan masker, terutama jika harus berada di luar ruangan. Pastikan pemakaian masker dengan cara yang benar. Batasi aktivitas di luar ruangan dan hindari olahraga di area yang terpapar asap.

2. Pastikan kualitas udara di dalam kantor

Tutup jendela dan pintu, pastikan sistem ventilasi serta pendingin udara di kantor berfungsi dengan baik. Untuk kualitas udara ruangan lebih baik, bisa menggunakan pembersih udara atau air purifier dapat membantu menyaring dan mengurangi polutan di udara dalam ruangan, termasuk partikel halus yang terdapat pada kabut asap.

3. Batasi aktivitas luar ruangan selama jam kerja

Kurangi kegiatan seperti rapat di luar gedung, inspeksi lapangan, atau aktivitas lain yang tidak mendesak ketika kualitas udara sedang buruk. Jika memungkinkan, lakukan pekerjaan tersebut di dalam ruangan secara online (zoom)  atau jadwalkan kembali ketika kondisi udara membaik.

4. Jaga kondisi tubuh selama bekerja

Minum air putih yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan beristirahat secara teratur. Cairan yang cukup membantu menjaga kelembapan mulut dan tenggorokan, meskipun minum air putih tidak dapat menghilangkan dampak paparan polusi secara langsung.

Hindari kebiasan buruk merokok karena asap rokok dapat menambah paparan terhadap polutan dan mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Bagi Sobat Sehat yang memiliki asma, penyakit paru, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya lebih berhati-hati dan mengikuti anjuran dokter. Saat di rumah  sebaiknya jangan menambah polusi, misalnya dengan membakar sampah, atau menggunakan sumber pembakaran yang menghasilkan asap.

5. Pantau Informasi terkait kualitas udara

Pantau informasi terbaru terkait kualitas udara dari sumber resmi sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Jika kualitas udara berada pada tingkat berbahaya, pertimbangkan untuk mengurangi atau menunda aktivitas di luar ruangan.

Sobat Sehat, yuk lindungi diri dan keluarga. Kabut asap bukan sekadar gangguan jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan. Mengurangi paparan, menggunakan masker yang tepat, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta memantau kondisi kesehatan merupakan langkah penting untuk mengurangi risikonya.

Waspadai keluhan jika keluhan semakin memberat dan segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala berat seperti sesak napas yang semakin parah, nyeri dada, dan sulit bernapas. Jika sobat Sehat mengalami keluhan pernapasan segera  konsultasikan kondisi Sobat Sehat bersama Tim Dokter Spesialis Paru di RS UNAND.

 

Galeri Foto

Foto