Selasa, 15 September 2026. RS UNAND bersama Departemen Kebidanan, Fakultas Kedokteran UNAND mengadakan Seminar Internasional dan Workshop bertajuk
“STRENGTHENING MIDWIVES”
Capasity in Maternal and Neonatal Emergency Care through Japan-Indonesia Collaboration
Seminar ini menghadirkan Prof. Masayuki Endo, seorang Konsultan Fetal diagnosis and treatment (Fetomaternal) dari Osaka University Hospital Jepang. Prof. Endo hadir bersama delegasi dari Osaka University yang dipimpin oleh Mrs. Hiroko Watanabe.
Peserta seminar berasal dari tenaga kesehatan, khususnya bidan dan mahasiswa kebidanan.
Kegiatan Seminar ini dibuka oleh Direktur Utama RS UNAND, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE(K), FIATCVS. Dalam sambutannya, Dirut RS UNAND menyampaikan bahwa RS UNAND telah menjadi rujukan untuk kasus fetomaternal yang banyak menangani kelainan pada ibu hamil dan risiko kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi di Sumatera Barat.
“ RS UNAND saat ini merupakan rujukan bagi pasien Fetomaternal untuk wilayah Sumatera Barat. Angka Kasus kematian ibu yang cukup tinggi di wilayah Sumbar, perlu penangananan komprehensif yang menjadi perhatian kita semua”
Prof. Endo membagikan bagaiamana penanganan kasus maternal, fetal dan neonatal ditangani di Jepang. Osaka University Hospital Berperan sebagai salah satu dari enam pusat medis perinatal umum di Osaka. Melalui Center for Maternal, Fetal and Neonatal Medicine, rumah sakit ini menangani kehamilan berisiko tinggi secara multidisiplin dengan dukungan penuh dari departemen bedah dan penyakit dalam. Disini, kasus kebidanan normal akan ditangani oleh bidan. Kasus komplikasi yang akan dikirimkan ke Obgyn-Fetomaternal.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Departemen Kebidanan, Fakultas Kedokteran UNAND. Kepala Departemen Kebidanan FK UNAND, Yulizawati, M.Keb menyampaikan bahwa Kolaborasi internaional Indonesia-Jepang terkait pendidikan kebidanan ini sangat memberikan manfaat bagi Prodi Kebidanan. Sebelumnya Prodi Kebidanan telah mengirimkan lima orang mahasiswanya untuk belajar langsung di Osaka University.
Melalui kolaborasi Jepang–Indonesia ini, Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Universitas Andalas terus berupaya menciptakan lingkungan pelayanan yang mendorong tenaga kesehatan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan bukan hanya tentang menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi tentang memastikan bahwa ketika seorang ibu dan bayinya berada dalam kondisi kritis, tenaga kesehatan siap hadir, siap bertindak, dan siap bekerja bersama untuk memberikan pelayanan terbaik.
Because in maternal and neonatal emergencies, every second matters—and every life matters.