Icon

Menopang Harapan Kesembuhan Pasien: 

Dari Kondisi Kritis, Pasien Asal Negeri Jiran Kembali Pulih Usai Jalani Rawatan di RS UNAND

Datang dengan kondisi sesak napas berat di IGD RS UNAND, Pasien L (22 tahun) asal negeri Jiran, Malaysia berjuang bersama Tenaga Kesehatan RS UNAND. Saat sampai di IGD, kondisi pasien terus menurun, pasien mengalami kejang hingga saturasi turun drastis hingga 60% dan sempat mengalami henti jantung. Dr. Afdilla Hamni, dokter jaga bersama tim saat itu langsung melakukan tindakan resusitasi pada pasien dan alhamdulillah dalam satu siklus pasien kembali. Pasien pun dilanjutkan tindakan intubasi dan segera dipindahkan ke Rawatan Intensif.

Orang tua pasien menumpukan harapan yang sangat besar untuk keselamatan Putra mereka kepada semua tim medis dan tenaga kesehatan RS UNAND. Pasien L masih terus berjuang di ruang ICU dengan terpasang ventilator. Dalam penjagaan dan pemantauan ketat dari dr. Berry Primayana, Sp.AN-TI (K) bersama petugas ICU, kondisi pasien terus dipantau bersama dokter jaga dr. Irfan. dr. Larisa dan lainnya. Kondisi pasien awal pasien dengan Asma berat dibantu dengan obat-obatan untuk melebarkan saluran napas dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.

Didukung dengan peralatan canggih yang dimiliki RS UNAND, Pasien  menjalankan rangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi paru dan organ vital lainnya secara menyeluruh. Selama dirawat di ruang intensif, pasien tidak hanya ditangani oleh dr. Berry namun ditangani secara terpadu dan melibatkan dokter spesialis jantung (dr. Yose), paru (dr. Fenty), penyakit dalam (dr. Raveinal) dan juga saraf (dr. Dhiang).

Dalam ikhtiar para tenaga kesehatan yang ada di ICU, doa orangtua pun L terus menyertai dengan terus bertawakal kepada Allah SWT. Harapan itu menemukan titik terangnya. Pasien L menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan di hari yang sama. L mulai sadar dan mampu merespon tim medis yang merawatnya. Menindaklanjuti ini, tim ICU melakukan proses weaning dari ventilator dan dua hari kemudian L berhasil bebas dari ventilator dan mulai bernapas dengan baik dengan bantuan NRM (sungkup).

Kondisi pasien semakin stabil hingga diperbolehkan melanjutkan perawatan di rawat inap biasa. Pasien L melanjutkan pemulihan di Rawat Inap Andalas. Ibu Manisah, ibu L bisa bernapas lega, karena perjuangan di ruangan intensif berhasil dilewati L. Namun, L masih harus dipantau oleh sejumlah dokter, seperti dokter paru, dan penyakit dalam. Untuk pemulihan fisik L, dokter rehabilitasi medis dan fisioterapis juga dilibatkan dalam perawatan pasien. Hadirnya dokter residen Penyakit Dalam dalam perawatan pasien L, membuat keluarga merasa sangat terbantu.

 

Ibu Manisah, orangtua menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada seluruh petugas Rumah Sakit Universitas Andalas untuk setiap penanganan dan pelayanan yang diterima putranya. 

“My son is doing well now, and our family will forever remember the kindness, dedication, and humanity of the Rumah Sakit Universitas Andalas family

Selama mendampingi putranya di RS UNAND, beliau menginap di Rusunawa yang berlokasi tepat di samping gedung rumah sakit, sehingga beliau tetap dapat beristirahat dengan nyaman selama putranya mendapat perawatan. Kesan mendalam juga beliau sampaikan kepada staf pendukung layanan di rumah sakit, seperti security, cleaning service dan petugas kantin. 

Setelah selesai menjalankan perawatan di RS UNAND, Pasien L kini telah kembali ke Malaysia dan melakukan follow up kondisi di Putrajaya Hospital dan mereka terus berkomunikasi dengan tim medis RS UNAND terkait perkembangan kesehatan pasien. Kini L kondisi L terus membaik dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Hadir untuk mewujudkan harapan kesembuhan pasien. Pasien L merupakan satu dari sekian banyak pasien yang telah ditangani di Rumah Sakit Universitas Andalas. Sebagai rumah sakit tipe B satu-satunya di kota Padang dan menjadi rujukan dari rumah sakit lainya dari berbagai daerah dan provinsi tetangga. Dengan layanan unggulan Onkologi Terpadu dan Rawatan Intensif dari pasien baru lahir hingga dewasa, RS UNAND menopang banyak harapan pasien dan keluarga.

 

Foto Dokumentasi