Icon

Selasa, 28 April 2026 RS UNAND resmi bersama Fakultas Kedokteran Unand, PT. Awina Sinergi Internasional dan Perusahaan Medis asal Jepang, iMare tanda tangani Perjanjian Kerjasama. Fokus utama kerjasama internasional ini adalah Penelitian Kolaborasi terkait Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Kronis dengan menggunakan validasi kecerdasan Buatan AI. Penelitian ini bersifat Uji Klinis dan memanfaatkan sistem AI bernama iMedit untuk menganalisis data biologis dan klinis pasien. 

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk(K), FACS, FFSTEd., dan Direktur Utama RS Unand, dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.,VE(K).,FIATCVS, bertindak selaku penandatangan mewakili institusi pendidikan dan layanan kesehatan. Sementara itu, iMARe, Inc. diwakili oleh CEO Masaru Iwadate, dan PT Awina Sinergi International diwakili oleh Direktur Utama Ananda Setiyo Ivannanto.

Penelitian akan berlangsung selama sepuluh bulan, Mei 2026 hingga Februari 2027. Dalam hal ini akan menargetkan 180 partisipan dengan tiga kelompok penyakit kronis, Hipertensi, DM II, dan Gangguan kognitif ringan dengan melibatkan Dokter Penyakit Dalam, Jantung, Saraf, Gizi, dan Rehabilatasi Medis serta tenaga kesehatan lainnya. 

Proyek ini dipimpin oleh Masaru Iwadate (Project Leader), dikordinasikan secara operasional oleh drh. Larasati Puji Rahayu, Ph.D. dari PT Awina Sinergi International (General Project Coordinator), dan secara ilmiah dipimpin oleh dr. Hirowati Ali, PhD. sebagai Principal Investigator dari Unand. Tim inti terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, kardiologi, neurologi, nutrisi, serta fisioterapis, yang didukung oleh tenaga perawat, teknisi laboratorium, mahasiswa kedokteran, dan peneliti dari Fakultas Pertanian Unand terkait terapi berbasis sumber daya tumbuhan.

Melalui kerja sama ini, para pihak berharap dapat menghasilkan validasi ilmiah yang kuat bagi sistem AI dalam penanganan penyakit kronis, sekaligus mendorong terciptanya protokol klinis berbasis data yang adaptif terhadap kondisi pasien di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan standar diagnostik dan terapi di RS Unand, tetapi juga membuka jalan bagi implementasi teknologi kesehatan digital yang lebih teruji, terjangkau, dan berorientasi pada pasien. Lebih jauh lagi, kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara akademisi, rumah sakit, dan industri teknologi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Foto Dokumentasi

Foto Layanan 2
Foto Layanan 3