Icon

Mengusung Tema “Optimalisasi Layanan RS UNAND Menuju RS Pendidikan Utama Tahun 2027” Rumah Sakit Universitas Andalas mengadakan Rapat Kerja bersama manajemen, Rektor, Dewan Pengawas, dan Jajaran Instalasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula lantai 3 RS UNAND pada Rabu, 30 September 2026.

Direktur Utama RS UNAND, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE (K) memaparkan arah strategis rumah sakit berdasarkan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit. Aturan ini menempatkan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan sekaligus ekosistem pendidikan, penelitian, dan tata kelola. Menurut aturan itu, satu perguruan tinggi hanya dapat memiliki satu RSPU, dan rumah sakit wajib memiliki Unit Fungsional Pendidikan.

Dari 24 layanan unggulan yang dinilai, per September 2026 sebanyak 8 layanan telah mencapai atau melampaui target strata, sedangkan 16 layanan masih perlu ditingkatkan. Saat ini 4 layanan berada pada strata Dasar, 15 Madya, dan 5 Utama. Untuk memenuhi target strata, RS UNAND memperkirakan membutuhkan 74 posisi dokter spesialis dan subspesialis. Kebutuhan terbesar ada pada layanan jantung dan pembuluh darah serta neoplasma.

Dekan FK UNAND, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL (K), FACS, FFSTed  menegaskan dukungan FK UNAND melalui pengembangan kurikulum dan mutu pendidikan, penguatan SDM dan penelitian, serta kolaborasi wahana dan layanan unggulan. Transformasi ini diperlukan untuk menyesuaikan dengan regulasi Kementerian Kesehatan. Tujuannya mengubah peran RS UNAND dari rumah sakit pendidikan satelit menjadi pusat terintegrasi pelayanan, pendidikan, dan penelitian.

Sementara itu, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.O.G, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua menyampaikan lima bentuk dukungan: mentoring klinik, berbagi keahlian, jejaring pendidikan, riset bersama, dan penguatan mutu serta tata kelola. Beliau menyatakan, “Target 2027 bukan hanya tentang status. Yang kita bangun adalah sistem pendidikan klinik yang bermutu, aman bagi pasien, dan berkelanjutan.”

Dukungan lainnya dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MARS, FISQua mengarahkan RS UNAND pada 2027 menjadi salah satu simpul strategis sistem kesehatan Sumbar, yaitu rumah sakit pendidikan utama, pusat rujukan berbasis kompetensi, pengampu jejaring rumah sakit, pusat pengembangan SDM kesehatan, dan rumah sakit rujukan bencana yang terintegrasi digital. Strategi penguatan daerah mencakup telekonsultasi, visitasi ke daerah, rotasi residen, serta pelatihan PONEK dan ACLS.

Dukungan RS UNAND maju sebagai RS Pendidikan Utama juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas RS UNAND dan Rektor Universitas Andalas sebagai pemilik. Dewan Pengawas RS UNAND, Prof Tafdil Husni, SE, MBA siap untuk mengawal perjalanan RS UNAND sebagai RS Pendidikan Utama. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, SE, MMPM, CRGP.

Sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama, para pimpinan bersama Rektor dan Stake Holder menandatangani Komitmen di depan peserta Rapat Kerja. Diharapkan Rapat Kerja ini dapat semakin menguatkan langkah RS UNAND menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama pada tahun 2027

Foto Dokumentasi

Foto Layanan 2
Foto Layanan 3
Foto Layanan 4
Foto Layanan 5
Foto Layanan 6
Foto Layanan 7
Foto Layanan 8
Foto Layanan 9
Foto Layanan 10
Foto Layanan 11
Foto Layanan 12
Foto Layanan 13